Sabtu, 30 Januari 2010

awalnya aku gentar juga

lututku gemetar
kamu seperti matahari
dan aku seperti daun berserakan
walaupun kamu yang menyinari semesta
tetapi daunpun berasal dari pohon
tinggi menjulang
diterjang angin pun tetap tegap
dan ketika nafasku sudah diujung
keinginan hidup merasuk lebih kuat
aku, si pohon tegap menjulang

Sabtu, 23 Januari 2010

terimakasih

menerima dan memahami
dua hal terindah
yang pernah kuketahui

Sore yang damai

Langit terlihat tinggi dan luas
Berwarna biru jernih
Segumpalan awan seperti kapas tercarik
mencampuri biru yang murni
Dari kejauhan terlihat bulan cemerlang
Seakan badai yang tadi telah berlalu

Jumat, 22 Januari 2010

terlebih yang pahit

ketika mimpi merenggut jiwa
merasuki pikiran
mengaburkan kenyataan
bangun adalah jalan terbaik
semanis apapun itu

tersebar luas

menjadi abu
adalah impian
ketika angin bertiup
menerbangkan butir-butir
ke penjuru dunia
bebas....
.....lepas

tidak ada cinta yang tersisa

ketika
kamu, aku dan dia
saling menyakiti tanpa kata
yang terbuat dari asa
dan mengetahui akhirnya

tidak baik adanya, tetapi terbuai olehnya

prasangka
seperti racun
tertelan tanpa rasa
sekali lagi
terteguk
dan tahu-tahu
hatiku kelam akannya

Minggu, 17 Januari 2010

Dan aku masih tetap disini

Hujan terus turun
Lembut seperti berkah dari langit
Udara dingin menggigit
Angin menerpa menyengat
Langit berwarna abu-abu
Sepi tanpa kehadiranmu